Pesona Negeri

Biker, Traveller, Culinary, and Photography

Facebook
RSS

Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari kota Cilacap, dan sebenarnya bisa lebih cepat kalau kondisi jalan tidak ada yang rusak, akhirnya kami sampai juga di Pantai Pangandaran.
Wilayah pantai Pangandaran merupakan wilayah pantai yang agak tertutup sehingga kita harus beli tiket apabila ingin masuk ke sana. Harga tiket memang agak mahal kalaudibandingkan dengan pantai-pantai lain karena pada umumnya banyak juga pantai yang bisa dilihat secara gratis. Harga tiket dilihat dari jenis mobil. Kebetulan mobil yang kami naiki dikenakan biaya Rp 35,000. Namun kalau dihitung rombongan bisa murah disini karena tidak perlu bayar per orang, bandingkan dengan Pantai Ancol Jakarta yang harus bayar Rp 15,000 per orang.

Pantai Pangandaran adalah pantai yang unik, karena dilokasi ini kita bisa melihat matahari terbit dan terbenam. Pangandaran memang terdiri dari dua pantai yaitu pantai Barat dan Pantai Timur. Kalau kita ingin menikmati matahari terbenam, bisa menikmati di Pantai Barat, pantai ini arusnya tidak terlalu besar sehingga bisa direnangi dan juga banyak perahu nelayan disini. Sedangkan pantai Timur untuk melihat matahari terbit, pantai di sini tidak bisa direnangi karena arusnya besar. Secara keindahan, saya lebih suka dengan Pantai Timur karena mungkin lebih bersih dibandingkan Pantai Barat.

Suasana Pantai Pangandaran memang akan mengingatkan kita dengan suasana di Pulau Bali, banyak pedagang kaki lima yang memasarkan baju, pernak-pernik, tatoo, medicure, pijat, dll. Mungkin kita bisa menjuluki Pangandaran sebagai little Bali, karena hampir semua yang ada di Bali ada dipantai ini. Kita bisa melihat matahari terbit dan terbenam, bermain jetski, banana boat, naik perahu tradisional, diving, bahkan ada juga taman margasatwa untuk melihat kera, rusa, dll, dan juga tak kalah menariknya ada pasar souvenir tradisional. Hotel-hotel banyak bertebaran disini mulai dari kelas losmen sampai berbintang dan cottages. Dan terakhir tak lupa tempat-tempat makan yang menyediakan seafood seperti ikan, kepiting, udang, dll yang harganya tidak terlalu mahal. Namun yang menarik kita bisa naik ATV di jalanraya untuk berkeliling pangandaran.

Karena suasana berlibur, memang agak sulit mencari hotel yang lumayan tanpa booking sebelumnya, namun beruntung setelah beberapa saat mencari, akhirnya kami menemukan hotel di dekat Pantai Barat. Hotel ini sebenarnya cukup bagus dan besar karena bisa parkir mobildidalam hotel, tidak seperti hotel lain yang terkadang harus parkir sampai dipinggir jalan tapi sayangnya hotel ini sepertinya kurang terawat.

Setelah check in dihotel, kami pergi mencari makan, karena memang perut sudah lapar kembali. Kami mencari tempat yang dinamakan pasar ikan, ditempat ini memang berkumpul para penjual seafood. Ditempat ini kita akan menyaksikan pemandangan pantai Timur walaupun hanya bisa dilihat dari parkiran, karena kalau ditempat makan viewnya tempat parkir .
Memang mengasyikan ditempat ini karena kita bisa memilih sendiri ikan yang ingin kita makan, namun tentu memasaknya harus diserahkan ke mereka.
Kebetulan kami direferensikan oleh petugas hotel ke salahsatu tempat makan disana yaitu Sari Melati yang kalau diperhatikan punya cabang cukup banyak di Pangandaran.

Disini harganya bukan perporsi tapi sesuai beratnya. Jadi ikan yang kita pilih akan ditimbang terlebih dahulu, kemudian baru dimasak.

Setelah puas makan, sebenarnya kami ingin melihat prosesi matahari terbenam, namun saya baru sadar bahwa prosesi tersebut bisa dilihat di Pantai Barat bukan di Pantai Timur.

Kemudian kami menuju Pantai Barat, dan kami melewati komplek Cagar Alam, kami sempat melihat-lihat sebentar, tapi karena terlalu sore, komplek ini sudah tutup. Nampak terlihat kera dan rusa berkeliaran di halaman parkir.

Di Pantai Barat, kami agak terlambat, karena matahari sudah benar-benar terbenam. Memang sedikit kecewa, walaupun masih bisa foto-foto sisa-sisa pemandangan matahari terbenam. Kami melihat jam sudah pukul 17:45 WIB, mungkin waktu terbaik mulai jam 17:00 WIB. Tapi kami masih punya kesempatan besok pagi untuk melihat prosesi matahari terbit, asal jangan terlambat bangun saja

Setelah puas foto-foto kami balik ke Hotel untuk beristirahat sebentar dan mandi. Kemudian kami pergi lagi untuk melihat suasana malam, cukup ramai karena mungkin suasana liburan. Cukup banyak orang yang berjalan kaki, karena memang sebenarnya semuanya bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Kami menyempatkan untuk membuat tatoo non permanent, harganya cukup murah mulai dari 10 ribu rupiah. Cuman memang harga 10 ribu bukan jenis tatoo yang sulit, hanya tatoo yang sederhana. Tidak lama sih proses pembuatannya tapi kita harus menunggu kurang lebih 1 jam agar tinta benar-benar kering, karena sebelum itu apabila tersentuh akan menyebabkan tatoo rusak. Namun kalau benar-benar kering menurut orangnya akan tahan selama 2 minggu walaupun terkena air.

Kami berputar-putar dikomplek Pangandaran sambil sekali-kali berhenti untuk berbelanja souvenir, sempat mampir ke tempat cat kuku, tapi antrinya cukup panjang, padahal proses pembuatannya butuh waktu sekitar 1 jam. Akhirnya kami memilih menikmati sosis ukuran besar, walaupun antri tapi masih bisa ditunggu dengan wajar.

Setelah puas berjalan-jalan kami kembali ke hotel, karena kami butuh istirahat yang cukup, karena kami harus mengejar matahari terbit besok pagi-pagi dan selanjutnya melanjutkan perjalanan kami ke Green Canyon dan menyisir pantai selatan Jawa Barat.


Paon Mak Mo, Kuliner

Agus yang memiliki latar belakang dunia pariwisata mengawali usahanya ini ...

DE'SO, Ayam Asap End

Terletak berdekatan dengan Tanah Lot, saya menyempatkan diri untuk mencari ...

Menyisir keindahan d

Pantai Kukup Setelah dari Pantai Baron kami melanjutkan perjalanan ke pantai ...

Pesona Alam Gunung K

Pesona Gunung Kidul tidak sekedar dari kulinernya khas seperti walang ...

Pesona kuliner Madiu

Kalau anda pergi ke Madiun, pasti anda akan langsung teringat ...