Pesona Negeri

Biker, Traveller, Culinary, and Photography

Facebook
RSS

Pada minggu pagi yang agak pengap dan panas karena semalaman hujan dan kini mentari bersinar dengan teriknya, saya dan Ivan salah satu penggemar Pesona Negeri sudah janjian untuk rolling ke Kenjeran tepatnya di Pura Segara.

Pura Segara adalah salah satu Pura tempat ibadah umat Hindu di Surabaya. Selain di Kenjeran juga ada di Juanda, dan Jalan Lumba-lumba di Tanjung Perak. Lokasi Pura Segara sendiri ada di kompleks perumahan TNI AL bersebelahan dengan komplek perumahan Pantai Mentari.

Pura Segara Kenjeran

Untuk menuju kesana sangat mudah, cukup gunakan patokan perumahan TNI AL dan Pantai Mentari, lalu ikuti jalan utama ke utara hingga habis, pada gang terakhir belok ke kiri, Anda akan sampai di depan pintu masuk Pura Segara.

Tiap minggu umat Hindu mulai pagi hingga malam berdatangan untuk melakukan puja bakti (mebakti) kepada Ida Sang Hyang Widi selain juga untuk bertegursapa dengan sesama sahabat-sahabat dari Pulau Dewata yang tersebar di Surabaya. Suasana serasa di Bali, memasuki pelataran Pura, kita sudah disuguhi pemandangan pedagang canang (kembang) yaitu susunan kembang di atas alas dari janur, wangi asap dupa yang mewangi, dan alunan gamelan semakin melekatkan suasana yang Bali banget.

Disini juga kita bisa menjumpai kuliner khas Bali, dan sebagai catatan, lokasi biasanya cenderung buka hanya pada hari Minggu atau hari raya besar umat Hindu saja, karena memang segmentasinya terbatas dan lokasinya juga adalah area tempat ibadah. Pagi ini saya mencicipi nasi khas Bali yaitu nasi campur Bali dimana isiannya adalah lawar putih, tum (kukus daging dalam daun pisang), kemudian sate lilit, urutan (sosis Bali), jukut ares (sayur gedebog pisang), dan tentunya sambal khas Bali. Cukup membuat saya serasa di kampung halaman. Ivan yang ingin melihat suasana Pura, mengajak saya untuk memasuki Pura. Namun sayang pagi ini saya tidak membawa busana adat, sehingga tidak etis jika harus memasuki areal sembahyang. Jadi kami hanya bisa sampai di areal pelataran luar saja.

Rujak Gula

Dan ternyata di dalam saya menjumpai Warung Singaraja yang khas dengan sajian nasi campur Bali, namun disini kita bisa jumpai sajian lain yaitu Siobak, pelecing kangkung, dan juga Ayam Betutu. Wah benar-benar membuat homesick. Tanpa pikir panjang, pulang dari jalan-jalan pagi ini kita  membawa bungkusan rujak gula, rujak kuah pindang, dan siobak untuk keluarga di rumah.

Rujak kuah gula, ini rujak buah biasa namun kalau di Surabaya ada campuran bawang putih dan kacang tanah tumbuk. Sedangkan rujak gula versi Bali, cukup hanya dengan terasi, asam kandis, cabe, garam, dan gula jawa saja. Sedangkan rujak kuah pindang, nah ini satu rujak yang super. Dengan bumbu khas dari kuah ikan pindang yang light (ringan), berpadu dengan pas bersama buah-buah yang segar. Ukuran pedas tergantung kepada selera masing-masing,namun ini sungguh patut Anda coba.

Mengingat makanan disini cenderung mengandung daging Babi, dengan sangat hormat, tanpa bermaksud lain, buat Anda yang ingin mencicipi kuliner disini ada baiknya mungkin mencicipi sebatas jajanan pasar, rujak, ayam betutu, atau pelecing kangkung. Karena keterbatasan pengetahuan penulis akan makna halal dan non halal, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

[nggallery id=50]


Paon Mak Mo, Kuliner

Makan gurami goreng, gurami bakar sudah jamak. Dimana-mana mudah dijumpai, ...

DE'SO, Ayam Asap End

Tabanan salah satu kota di Bali ternyata menyimpan satu kuliner ...

Menyisir keindahan d

Pantai Kukup Setelah dari Pantai Baron kami melanjutkan perjalanan ke pantai ...

Pesona Alam Gunung K

Pesona Gunung Kidul tidak sekedar dari kulinernya khas seperti walang ...

Pesona kuliner Madiu

Kalau anda pergi ke Madiun, pasti anda akan langsung teringat ...